Sebelumnya, perkenalkan, namaku adalah Rois. Salah satu mahasiswa IPB, departemen PSP angkatan 44. Apa itu PSP, kenapa aku memilih PSP sebagai jalan hidupku. Pertanyaan itulah yang ingin aku tanyakan pada waktu aku masih berseragam putih abu-abu. Aku adalah salah satu anak rantau dari daerah Jawa Timur. Menyebut kata IPB, apalagi PSP masih terlalu asing bagi sebagian besar siswa di daerahku. Mungkin, tidak perlu panjang lebar lagi aku jelaskan, apa itu PSP dan mengapa aku memilih PSP?. Berikut ini penjelasannya:

Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) merupakan salah satu Departemen yang berada di lingkungan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor. Departemen PSP mengemban mandat untuk mengembangkan bidang penangkapan ikan. Bidang ini bersifat spesifik dan sangat diperlukan dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya perikanan dan kelautan Indonesia. Ilmu dan teknologi penangkapan ikan (fishing science and technology) adalah terapan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Berbagai disiplin ilmu terkait yaitu teknologi tekstil (textile technology), hidrodinamika (hydrodynamics), rekayasa mekanika (mechanical engineering), arsitektur perkapalan (naval architecture), teknologi kelistrikan (electronic and electric), biologi perikanan (fisheries biology), oseanografi (oceanography), hidroakustik (hydroacoustic), meteorologi (meteorology), teknologi pengolahan ikan (fish handling and processing technology), pemasaran (marketing), dan ekonomi perikanan (fisheries economics). Ilmu dan teknologi penangkapan ikan meliputi teknologi bahan dan alat penangkap ikan (fishing gear and materials), teknologi kapal perikanan dan perlengkapannya (fishing vessels and auxiliaries), metode dan operasi penangkapan ikan (fishing methods and operations), ilmu tingkah laku ikan (fish behaviour), teknologi pendeteksian dan penentuan posisi ikan (fish detection and location), serta pengembangan perikanan tangkap (identification and development of new fisheries).

Visi Departemen PSP yaitu “Menjadi institusi pengembang ilmu dan teknologi penangkapan ikan (Fishing Science and Fishing Technology) serta seni (arts) dalam merencanakan dan melaksanakan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya hayati perikanan Indonesia”.

Misi Departemen PSP:

(1)       Menghasilkan lulusan yang memiliki keahlian dalam pemanfaatan sumberdaya perikanan melalui proses pendidikan yang berkualitas;

(2)     Mengembangkan ilmu, teknologi dan seni (IPTEKS) penangkapan ikan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan melalui penelitian yang berkesinambungan; dan

(3)     Berperan aktif dalam setiap kegiatan yang mempunyai manfaat bagi pengembangan perikanan Indonesia, khususnya bidang perikanan tangkap melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Sesuai dengan Misi yang diembannya, Departemen PSP telah merumuskan tujuannya yaitu:

(1)       Memberikan konstribusi yang signifikan dan menjadi leader dalam program pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Khususnya perikanan tangkap dan teknologi kelautan di lingkup nasional;

(2)       Menghasilkan lulusan yang berkualitas untuk menjadi pelaku-pelaku yang tangguh dalam pembangunan dan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan;

(3)       Mengembangkan ilmu dan teknologi perikanan tangkap yang ramah lingkungan;

(4)       Berperan serta dalam pembangunan kelautan dan perikanan melalui hasil kajian kebijakan pengelolaan perikanan dan kelautan yang berkelanjutan; dan

(5)       Menjalin kerjasama dengan swasta dan instansi lain untuk menyusun dan memanfaatkan hasil penelitian dan kajian lainnya bagi pemberdayaan masyarakat perikanan dan kelautan.

(6)       Memiliki keunggulan international dalam IPTEKS perikanan tropis.

Sampai sejauh ini, lulusan Program Studi PSP banyak bekerja pada lapangan pekerjaan umum, seperti; 1) institusi pemerintah pusat dan daerah yang meliputi Departemen Kelautan dan Perikanan, Dinas Perikanan; 2) lembaga-lembaga penelitian, seperti Balai Riset Perikanan Laut (BRPL), Pusat Riset Perikanan Tangkap, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),  dan Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT); 3) lembaga pendidikan negeri dan swasta; 4) perusahaan dan industri yang bergerak di bidang perikanan; 5) institusi pendanaan dan perbankan; 6) lembaga swadaya masyarakat; dan 7) media massa.  Sementara lapangan pekerjaan khusus yang juga menyediakan peluang bekerja adalah: 1) pengajar bidang perikanan tangkap; 2) peneliti ilmu dan teknologi perikanan tangkap; 3) analis kebijakan perikanan tangkap;  4) perencanaan dan pengelolaan pembangunan perikanan; dan 5) pengusaha dan wiraswasta dalam industri perikanan tangkap.

Mungkin itu saja yang aku bisa jelaskan. Semoga ilmu atau informasi ini bisa bermanfaat bagi teman-teman yang membaca situs blog aku ini.

Terima Kasih. Salam hangat dari ICUL COKLAT. :-)

Berkaca dari pengalaman negeri Belanda yang juga hidup dari sektor pertanian, perlu disadari bahwa industri pertanian bisa dijadikan pendorong utama perekonomian Indonesia.

Luas wilayah Belanda hanya 41.526 km persegi. Luas wilayah Indonesia 1.919.440 km persegi. Dan, nyaris seluruh wilayah Belanda ada di bawah permukaan laut. Belanda merupakan negara kecil, tetapi di dunia besaran perekonomian ada di urutan ke-16. Sekitar 20 persen perekonomian ditopang dari agroindustri. Sehingga pertanian Belanda tak hanya menguntungkan pasar negeri sendiri, tetapi juga negara lain.

Belajar dari pengalaman selama perekonomian sulit di masa Perang Dunia ke-2, Belanda melakukan investasi di bidang riset. Dari riset-riset ini kemudian digulirkan inovasi-inovasi, diantaranya untuk industri pertanian.

Universitas Wageningen sebagai pusat studi dan juga pusat riset pertanian Belanda, turut memainkan peran kunci dalam kemajuan pertanian yang dicapai  negeri berpenduduk sekitar 17 juta jiwa ini (dibandingkan Indonesia yang 240 juta jiwa).

Universitas Wageningen menjadi salah satu pusat riset dengan hasil risetnya diterapkan Pemerintah Belanda dalam menjalankan roda pertanian Negeri Kincir Angin itu.

Sumber: Kompas, Senin, 30 Agustus 2010

Selamat Datang di duniaku
Welcome to my world